Sunarno menyebutkan, kedatangan buyer dari Australia untuk melihat produk kerajinan kayu jati terbaru, diantaranya stool atau kursi, bowl atau mangkuk dan sejumlah produk kerajinan kayu jati dekoratif. Selain itu juga telah ada kesepakatan dagang pengiriman produk kerajinan kayu jati Dewi Ngubalan sebesar 20 ribu hingga 50 ribu US Dollar untuk setiap tiga bulan sekali pengiriman.
“Kami bersyukur, selain menyambung silaturahmi, hubungan bisnis telah terjalin lama dengan importir dari Australia. Kami ingin terus berupaya mengangkat produk kerajinan kayu jati Dewi Ngubalan bisa terus go internasional,” sebut Sunarno.
Lebih lanjut, pihaknya berharap agar produk kayu jati kreatif Dewi Ngubalan dapat terus dipesan, sehingga dapat dikenal dengan lebih banyak oleh pengepul asing dari negara – negara lainnya.








