Iswatik, S.E., penggerak utama program SOTH, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme peserta. Ia menegaskan bahwa SOTH bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Desa Kebaron.
“Ilmu yang diperoleh harus diimplementasikan dan disebarluaskan kepada keluarga lain. SOTH adalah investasi untuk generasi mendatang,” ujarnya penuh semangat.
Kepala Desa Kebaron, Suwito, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan penyelenggara. Ia menekankan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam membangun sumber daya manusia sejak dini.
“Dua puluh peserta ini adalah agen perubahan. Mereka akan membawa Desa Kebaron menjadi desa ramah anak dan unggul dalam pendidikan karakter,” tegas Suwito.
Momen haru terjadi saat sesi pesan dan kesan peserta. Wiwit Anggraeni, salah satu lulusan, mengungkapkan bahwa SOTH telah mengubah cara pandangnya dalam mendidik anak.
“Kami datang dengan banyak pertanyaan, pulang dengan bekal ilmu dan keyakinan. Orang tua hebat bukan yang sempurna, melainkan yang terus mau belajar,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Penutupan SOTH di Desa Kebaron diharapkan tidak hanya mengukuhkan 20 orang tua sebagai lulusan, tetapi juga memantik kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama di rumah. Dengan lahirnya duta pengasuhan ini, Desa Kebaron menegaskan komitmennya untuk menjadi desa yang lebih ramah anak, sehat, dan berdaya. [SWD]








