Fauzan Habib, juru kampanye media sosial untuk calon presiden, Prabowo Subianto, mengatakan, “Tarian ‘gemoy’ ini cukup viral, karena diperkenalkan bahkan dilakukan sendiri oleh Pak Prabowo dan ternyata banyak disukai masyarakat, karena sepertinya saat ini masyarakat lebih menyukai model kampanye bahagia, salah satunya adalah menari,” kata dia.
Namun para ahli mengatakan TikTok juga dibanjiri dengan konten bermasalah yang berupaya memanipulasi pemilih muda.
“Kaum muda yang menjadi sasaran rebranding ini tidak memahami konteks sejarah dan politik dalam ekosistem politik Prabowo. Hal ini sesuai dengan narasi di TikTok seperti, kalau dia memang melanggar HAM, kenapa dia tidak pernah dipenjara?,” ujar dia.
Gambar manipulasi dan video ‘deepfake’ para kandidat juga beredar luas.








