Pengaruh TikTok pada Pemilu di Indonesia

  • Whatsapp
Para perempuan mengenakan kaos bergambar pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD, sedang menonton tarian TikTok mereka yang digunakan oleh Ukon Furkon Sukanda, calon anggota legislatif dari PDI-P di Tangerang, Banten, 10 Januari 2024. (BAY ISMOYO/AFP)

Fauzan Habib, juru kampanye media sosial untuk calon presiden, Prabowo Subianto, mengatakan, “Tarian ‘gemoy’ ini cukup viral, karena diperkenalkan bahkan dilakukan sendiri oleh Pak Prabowo dan ternyata banyak disukai masyarakat, karena sepertinya saat ini masyarakat lebih menyukai model kampanye bahagia, salah satunya adalah menari,” kata dia.

Saingan Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, juga meningkatkan kehadiran masing-masing di aplikasi itu untuk menjawab pertanyaan dalam siaran langsung, atau berbagi video pertemuan yang menyentuh hati para pemilih.

Namun para ahli mengatakan TikTok juga dibanjiri dengan konten bermasalah yang berupaya memanipulasi pemilih muda.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Endah Triastuti, peneliti komunikasi di Universitas Indonesia, mengatakan banyak pemilih muda mungkin tidak menyadari bahwa Prabowo Subianto telah menyangkal tuduhan pelanggaran hak asasi manusia selama ia menjabat sebagai komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

“Kaum muda yang menjadi sasaran rebranding ini tidak memahami konteks sejarah dan politik dalam ekosistem politik Prabowo. Hal ini sesuai dengan narasi di TikTok seperti, kalau dia memang melanggar HAM, kenapa dia tidak pernah dipenjara?,” ujar dia.

Gambar manipulasi dan video ‘deepfake’ para kandidat juga beredar luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *