“Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan pemulihan kepada dinas terkait dan tim psikolog. Untuk saat ini kami fokus melihat kondisi psikologis anak-anak terlebih dahulu,” katanya.
Terkait jumlah korban, pihak dinas menyebut sementara ini terdapat sekitar 13 anak yang diduga menjadi korban. Namun jumlah tersebut masih dalam proses pendalaman dan tracing lebih lanjut.
“Sesuai pemberitaan sebelumnya sekitar 10 anak, tetapi ternyata ada 13. Namun tracing masih belum kami lakukan lebih dalam lagi,” jelasnya.
Pihak dinas juga meminta pengertian dari rekan-rekan media agar proses pendampingan terhadap anak-anak dapat berjalan maksimal tanpa tekanan publikasi berlebihan.








