Ia menambahkan, sekitar 50 persen peserta didik SLB Jati Wiyata belum memiliki dokumen kependudukan. Melalui program ini, mereka tidak hanya mendapatkan identitas hukum sebagai warga negara, tetapi juga belajar langsung tentang prosedur birokrasi dan pentingnya partisipasi sosial.
Kegiatan perekaman ini menjadi bagian dari strategi pembelajaran kontekstual yang mendorong kemandirian dan kesetaraan. Anak-anak disabilitas diajak mengenal proses pelayanan publik secara langsung, sekaligus memperkuat rasa percaya diri dan keterlibatan mereka dalam kehidupan bermasyarakat.








