“Hari ini juga kami menerjunkan tim surveilans dari dinas kesehatan. Kejadian ini terjadi di 3 SD, yakni di SD Kapunrengan dengan 10 siswa, SD Bonto Ba’do dengan 1 siswa, dan SD Lengkese dengan 1 siswa. Jadi, sifatnya tidak massal. Jumlah total anak yang menerima makanan adalah 97 orang,” kata dr. Nilal.
Saat ini, tambah Nilal, sampel makanan telah dibawa dan sedang diperiksa di laboratorium kesehatan.
“Jadi, kami belum bisa memastikan apakah sumber keracunan berasal dari makanan karena korbannya tidak massal. Artinya, ada banyak kemungkinan. Termasuk, bisa saja berasal dari air minum yang sebagian besar dibawa anak-anak dari rumah,” jelasnya.








