Turut hadir Asisten I Pemprov Sumsel Dr. Apriyadi M.Si, Asisten II Setda Muba Alva Elan SST MPSDA, Plt Kepala Dinas Perhubungan Muba M. Hatta SE MM, Kabag Hukum Setda Muba Yunita SH MH, Camat Lalan Jamian SPd MSi, serta perwakilan dari KSO PT Ciawenindo Mitra Perkasa, PT Dkonsindo, Dishub Provinsi Sumsel, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Palembang.
Dalam arahannya, Wabup Kyai Abdur Rohman menegaskan bahwa Jembatan P.6 memiliki peran vital sebagai jalur utama mobilitas masyarakat dan penggerak ekonomi kawasan Lalan.
“Jembatan ini sangat penting bagi warga. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, karena itu kami mendorong percepatan pembangunan agar segera tuntas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pelaksana proyek bekerja maksimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Menurutnya, insiden tabrakan tongkang pengangkut batu bara pada 12 Agustus 2024 yang menyebabkan ambruknya jembatan harus menjadi pelajaran penting.
“Perlu keputusan final terkait opsi pekerjaan yang aman. Kita tidak ingin kejadian serupa terus berulang,” tegasnya.
Asisten I Pemprov Sumsel Dr. Apriyadi menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mengawal pembangunan jembatan tersebut. Ia menyoroti tingginya risiko di area proyek, terutama pada bentang sungai yang kerap dilintasi kapal tongkang.
“Pada bentang sungai sekitar 80 meter di lokasi pembangunan, sudah tiga kali terjadi tabrakan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Dari laporan pelaksana proyek KSO PT Ciawenindo Mitra Perkasa, progres pekerjaan hingga minggu ke-36 (periode 6–12 April 2026) mencapai 57,45 persen dari rencana 57,57 persen, dengan deviasi tipis minus 0,13 persen. Rincian progres meliputi:
- Engineering: 10,44 persen
- Procurement: 37,65 persen
- Construction: 9,36 persen
Pekerjaan yang sedang berlangsung mencakup fabrikasi baja di workshop, pembesian pilecap, perkuatan platform, pemasangan tulangan, serta penyesuaian administrasi akibat gangguan lapangan.








