Saat pompa utama berhenti beroperasi, petugas segera mendatangkan tiga unit pompa portable sebagai langkah darurat. “Pompa portable membantu menyedot air, tapi tenaganya tidak sekuat rumah pompa utama. Begitu listrik normal, rumah pompa langsung difungsikan lagi,” urai Shochib.
Sekarang ini, dua rumah pompa dan tiga unit pompa portable sudah siap siaga di titik genangan tersebut. Ia menambahkan, pemerintah berencana menambah pompa portable lagi agar penanganan air lebih cepat.
“Kami di sini siap 24 jam. Begitu cuaca mulai mendung, kami langsung siapkan pompa agar tidak terlambat. Ketika ada genangan, pompa langsung berusaha menyedot air,” urainya. [Swd]








