“Kami sangat berterima atas adanya’ program PTSL. Karena sertifikat tanah ini memiliki peran penting, salah satunya bisa membantu mendongkrak ekonomi masyarakat,” jelas Yuhronur Efendi.
Dipaparkan oleh Kepala BPN Kabupaten Lamongan Nursuliantoro, pada tahun 2024 Kabupaten Lamongan memiliki target PTSL sejumlah 40.000 SHAT (terbagi di 83 desa 18 kecamatan). Sedangkan pada tahun 2023 berhasil menuntaskan 101.514 SHAT.
“BPN Kabupaten Lamongan menargetkan tahun 2025, akan menjadi kabupaten lengkap,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga menerima sertifikat tanah elektronik secara simbolis dari Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur Lampri A. Sertifikat tersebut diberikan atas penggunaan tanah Pemerintah Kabupaten sudah di Kecamatan Plosowahyu dan tanah lapangan olahraga di Kecamatan Plosowahyu.








