“Satu orang maksimal membeli 10 kilogram atau 2 sak beras isi 5 kilogram per sak, di mana per kilogram bisa dibeli masyarakat dengan harga Rp 10.200,”ungkapnya.
Lebih lanjut, Sukaemi menegaskan bahwa operasi Pasar Murah yang digelar Pemkab Bojonegoro bekerjasama dengan Bulog dan pihak terkait bukan hanya menjual beras. Akan tetapi untuk meratakan beras agar tidak terjadi ‘panic buying’ yang bisa menyebabkan inflasi signifikan.








