Pemilu 2024: Jaga dan Awasi Melalui Aplikasi

  • Whatsapp
Seorang pria berjalan melewati spanduk KPU yang memperlihatkan foto-foto calon presiden di Jakarta, 22 Januari 2024. Indonesia dijadwalkan mengadakan pemilihan presiden pada 14 Februari. (AP/Dita Alangkara)
Seorang relawan memeriksa lembar surat suara untuk pemilihan calon presiden dan wakil presiden di Gudang KPU Kotamadya Jakarta Timur, Kamis, 11 Januari 2024. (Foto: Indra Yoga/VOA)
Seorang relawan memeriksa lembar surat suara untuk pemilihan calon presiden dan wakil presiden di Gudang KPU Kotamadya Jakarta Timur, Kamis, 11 Januari 2024. (Foto: Indra Yoga/VOA)

Aplikasi lain yang tersedia adalah Warga Jaga Suara. Memurut, Hendra Wijaya, selaku Koordinator Nasional aplikasi ini, saat ini sudah ada 47 ribu unduhan dan tersebar di seluruh provinsi, meski belum merata.

Hendra meyakini, jumlah pengunduh dan pemakai aplikasinya akan terus bertambah. Jawa Barat sekarang ada di peringkat pertama terbanyak mengunduh, disusul Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan selebihnya tersebar di beberapa provinsi.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Aplikasi Warga Jaga Suara juga dapat diunduh di Google Playstore. Hendra merinci, aplikasi ini terdiri dari empat fitur. Fitur pertama adalah relawan melaporkan foto C1 dari pemilihan presiden dan wakil presiden. Ini karena fokus aplikasi Warga Jaga Suara memang pada penyelenggaraan pilpres. Kedua, warga pemakai akan mengisikan hasil suara dari perolehan masing-masing calon termasuk suara sah dan tidak sah.

Fitur ketiga, lanjutnya, pihaknya ingin mengajak mereka berpartisipasi dalam Pemilu 2024 dengan mengirimkan foto jari yang telah dicelupkan ke dalam tinta. Dan fitur keempat berisi laporan pelanggaran dengan kategori administrasi, etik dan hukum pidana.

“Untuk tiga fitur sebelumnya, itu hanya bisa digunakan pada saat hari H (pencoblosan) karena foto C1 plano, hasil suara dan tangan yang dicelupkan ke tinta itu hari H. Nah untuk laporan pelanggaran, kita sampai hari sudah banyak yang memberikan laporan-laporan. Jadi laporan pelanggaran sudah kita terima per-hari pertama kita launching,” ungkap Hendra.

Menurut Hendra, Pemilu 2024 menjadi pemilu yang sangat penting dan krusial untuk menentukan masa depan Indonesia.

“Kalau kita lihat, nih kayak perang, tentang penguasaan sumber daya alam, energi dan segala macam, ini terjadi saat ini. Ini penting karena kita butuh pemimpin yang tidak menjadi olok-olok bangsa lain dan juga pemimpin yang lahir dari kejujuran dan keintegrasan, itu poin yang pertama,” tegasnya.

Hendra juga menegaskan pemimpin yang menang pada pesta demokrasi harus menang secara terhormat dan jujur.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sendiri mengapresiasi antusias masyarakat dalam menjaga Pemilu 2024. [Red]#VOA