Manager Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadani, menuturkan bahwa peningkatan alokasi pupuk bersubsidi adalah bentuk nyata perhatian pemerintah pusat. “Tahun ini alokasi Sulsel meningkat menjadi 913 ribu ton. Takalar sendiri mendapat tambahan 26 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 29 ribu ton,” jelasnya.
Namun demikian, realisasi penyerapan pupuk di Takalar baru mencapai 31 persen atau sekitar 9.200 ton dari total alokasi, menyisakan 20 ribu ton yang belum dimanfaatkan. Wisnu mengingatkan agar petani segera menebus jatah pupuk sebelum kuotanya hangus.








