“Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan penguatan nilai kebangsaan. Kami berharap fasilitas ini menjadi sarana pendidikan moderasi beragama bagi siswa,” ujarnya.
Ia menegaskan, moderasi beragama harus berpijak pada empat pilar utama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta penghargaan terhadap budaya lokal. Keberadaan tiga rumah ibadah di satu lingkungan, lanjutnya, menjadi simbol bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun dan harmonis.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Grogol, Musiin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pembangunan rumah ibadah tersebut merupakan hasil musyawarah antara pihak sekolah, komite, serta dukungan orang tua siswa. Inisiatif ini lahir dari keinginan menghadirkan fasilitas ibadah yang layak bagi seluruh peserta didik sesuai keyakinan masing-masing.
“Dengan adanya tempat ibadah di sekolah, siswa dapat menjalankan kewajiban agamanya dengan nyaman tanpa harus keluar dari lingkungan sekolah,” tuturnya.








