Wahyu, seorang aktivis di Kabupaten Takalar yang berada di lokasi, menyampaikan kekecewaannya. “Kami melihat langsung di lapangan dan merasa kecewa. Ada dugaan oknum petugas, termasuk satpam dan pegawai apotek, yang tidak menjalankan antrean secara adil,” ujarnya.
Ia menambahkan, indikasi penyalahgunaan posisi untuk mengutamakan keluarga atau pihak yang dikenal sangat disayangkan. “Pelayanan kesehatan seharusnya mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi,” tegasnya.








