Lebih lanjut, Khofifah mengatakan Public transportation di Indonesia terus mengalami improvement perbaikan keamanan dan kenyamanan yang terus terjaga.
“Tadi pak Kadaop juga menyampaikan betapa CCTV dan sistem artificial intelijen telah membantu keamanan dan kenyamanan bagi seluruh penumpang kereta api, bahkan sampai dengan penumpang dari luar negeri terus bisa termonitor dan bisa terlayani dengan baik, khusus terkait dengan penumpang Nataru,” ucap Khofifah.
Menurut Gubernur Jatim, sebetulnya kesiapsiagaan ini dilakukan dari tanggal 21 Desember sampai dengan 8 Januari oleh aparat gabungan Polda Jatim, Kodam V Brawijaya dan seluruh jajaran pemerintah Jawa Timur.
“Tanggal 21 Desember kami sudah cek kelengkapan sarana dan prasarana serta personel melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2023 di Mapolda Jatim,”ungkap Khofifah.
Menurut Khofifah, pihaknya bersama TNI Polri dalam hal ini Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya bersinergi dan ada proses yang memang harus diantisipasi, dimana lonjakan penumpang baik yang berangkat maupun yang datang, di seluruh titik-titik Stasiun.







