Upacara berlangsung khidmat ketika Tunggul Yonarmed 18/Buritkang dihadirkan sebagai simbol kehormatan satuan. Momen penyerahan Tunggul—dari pejabat lama, melalui Pangdam sebagai Inspektur Upacara, kepada pejabat baru menjadi titik paling sakral yang menandai resminya pergantian pemimpin.
Setelah rangkaian upacara utama, perhatian para undangan terfokus pada demonstrasi prajurit Yonarmed 18/Buritkang yang menampilkan kemampuan, disiplin, dan kekompakan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh Pangdam sebagai pesan bahwa tugas menjaga negeri tidak hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan.








