“Sebanyak 170 keris, 75 tombak, dan 18 pedang merupakan koleksi dari zaman Majapahit, Mataram, Singosari, dan Kediri,” ujar M. Fachrudin dengan bangga pada Sabtu (4/1/2025).
Beberapa keris kuno yang dipamerkan antara lain keris sengkelat, spaner, condong campur, nogo sosro sabuk inten, brojol, dan kebo lajer. Koleksi Omah Keris Wiryo Tiyoso memperlihatkan kearifan sejarah panjang budaya pusaka nusantara yang kaya akan nilai historis.
Tak hanya sebagai ajang pameran koleksi, Omah Keris Wiryo Tiyoso juga menawarkan layanan penitipan pusaka dan jamasan pusaka setiap bulan Suro. Selain itu, pameran ini juga menyediakan berbagai aksesori keris yang dapat dibeli oleh pengunjung.
“Dengan adanya pameran ini, kami berharap bisa memberikan edukasi kepada generasi penerus dan menjaga agar budaya adiluhung leluhur tetap lestari,” tambah M. Fachrudin.








