Di antaranya yang cukup menjadi perhatian bagi Polri adalah pemanfaatan politik identitas, penyebaran isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, negatif campain, serta penyebaran berita hoax dan hate speech.
“Hal itu yang berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.
Kapolres Bojonegoro mengimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro agar tetap menjaga kerukunan meskipun memiliki perbedaan pandangan politik. Ini penting untuk menghindari konflik sosial yang bisa muncul akibat perbedaan. Tidak menyebarkan berita palsu atau informasi yang belum tahu asal sumbernya, karena bisa memicu keresahan dan mempengaruhi jalannya Pilkada.
Perlu diketahui dalam Apel Gelar Pasukan Ops. Mantap Praja Semeru 2024 selaku pimpinan apel yaitu Kapolres Bojonegoro, AKBP Mario Prahatinto.








