Agus menuturkan, puncak arus balik diperkirakan terjadi hari ini dengan jumlah kendaraan yang cukup tinggi. Ia merujuk pada data arus mudik sebelumnya, di mana tercatat 270 ribu kendaraan keluar dari Jakarta dalam satu hari. Hingga kini, baru 43 persen pemudik yang kembali ke ibu kota.
“Dengan angka tersebut, kami harus mengelola arus balik melalui mekanisme rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan parah,” jelasnya.








