Meski begitu, secara bulanan, penjualan eceran diramal terkontraksi 1,0 persen secara Month to Month (MtM) sejalan dengan normalisasi aktivitas masyarakat usai Idulfitri. Kontraksi lebih dalam tertahan beberapa kelompok yang masih tumbuh positif, seperti suku cadang dan aksesori serta Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Pada April 2024, IPR tercatat mencapai 236,3, mengalami kontraksi sebesar 2,7 persen YoY. Namun, tertahan pertumbuhan positif di kelompok suku cadang dan aksesori serta BBM,” katanya.
Lebih lanjut, Ibrahim menyebutkan, secara bulanan, penjualan eceran tumbuh 0,4 persen MtM, didorong oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi, barang budaya dan rekreasi, serta makanan, minuman, dan tembakau sejalan dengan adanya momentum Idulfitri. [Hb]








