Lebih lanjut, Pj Bupati menjelaskan, dalam pembangunan harus ada partisiapasi dari masyarakat yang menjadi sasaran dari kebijakan. Sebab, jika tidak ada aspirasi masyarakat, akan muncul risiko kebijakan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Apalagi partisipasi para perempuan sangat penting dalam membuat perencanaan, karena separuh dari penduduk terdiri dari perempuan.
“Sasaran kita juga perempuan. Jika perempuan tidak didengarkan, maka juga tidak akan sesuai, dan program kita nanti tidak akan mengena. Karena peranan perempuan itu sangat vital,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo melaporkan bahwa kegiatan ini bermaksud untuk meningkatkan partisipasi keterlibatan perempuan, anak dan disabilitas dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Bojonegoro. Terutama untuk menyaring inovasi Pemkab Bojonegoro terhadap pengarusutamaan gender di daerah, penuntasan pembangunan, dan perencanaan di Kabupaten Bojonegoro.








