Dalam sambutannya, Suwito menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang dinilai mampu memperkuat ikatan sosial antarwarga.
“Terima kasih kepada panitia dan takmir Masjid Nurul Huda, serta seluruh warga yang telah mendukung acara ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian,” ujarnya.
Sementara itu, Hj Lilik Fanani menekankan pentingnya mengingat bulan Agustus sebagai momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ia mengajak warga NU untuk terus menanamkan semangat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para ulama.
“Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran besar ulama, khususnya Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari. Maka sebagai nahdliyin, kita wajib menghargai perjuangan itu dengan rasa syukur dan kepedulian,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya simbol-simbol kebangsaan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan kemerdekaan.
“Jangan sampai warga NU tidak memasang bendera merah putih. Itu bentuk penghormatan kita terhadap sejarah dan perjuangan para ulama,” tambahnya.
Acara ditutup dengan Mauidhoh Hasanah dan doa yang disampaikan oleh Ustadza Hj Islakhati Ainun, S.Ag., yang mengajak jamaah untuk terus menjaga ukhuwah dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.








