Miftah Maulana Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden Prabowo

  • Whatsapp

Konferensi pers yang diadakan di Pondok Pesantren Ora Aji tersebut menjadi momen penting bagi Miftah, mengingat posisi dan peran yang selama ini diembannya dalam mempromosikan kerukunan beragama di Indonesia.

Sebelum pengunduran diri, Miftah terlibat dalam kontroversi yang cukup besar, saat ia mengolok-olok seorang penjual es teh bernama Sunhaji dalam sebuah forum pengajian. Miftah menggunakan kata-kata yang dianggap merendahkan, yang langsung memicu kemarahan masyarakat.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Reaksi publik yang negatif menyusul insiden ini sangat cepat. Banyak netizen mengecam tindakan Miftah, yang kemudian diikuti dengan kritik dari dalam Partai Gerindra, partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak yang ditimbulkan oleh perilaku Miftah.

Sebuah petisi daring di Change.org muncul sebagai respons terhadap tindakan Miftah, dengan judul “Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden.” Petisi tersebut mendapatkan dukungan luas, dengan lebih dari 254 ribu penandatangan dalam waktu singkat, yang menunjukkan tingkat ketidakpuasan publik terhadap Miftah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *