Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa di era modern, di mana globalisasi dan teknologi mengancam eksistensi tradisi lokal, kirab menjadi benteng budaya yang meneguhkan identitas dan memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat. “Melalui kirab ini, semoga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan harmoni dengan alam terus dipupuk dan dilestarikan, serta menjadikannya warisan dari leluhur,” ucapnya.
Selain itu, ia berharap agar festival ini bisa menggerakkan kehidupan ekonomi dan masyarakat untuk terus bersemangat dalam membangun kemajuan, khususnya di sektor pertanian, agar menjadi lumbung swasembada pangan. Bupati Yuhronur Efendi juga mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Desa Moronyamplung atas kekompakannya sehingga acara ini berjalan lancar sampai selesai. Ia berharap festival keleman ini bisa dilanjutkan di tahun-tahun depan dan tidak hanya diikuti oleh masyarakat Moronyamplung saja, tetapi juga oleh masyarakat dari luar desa. [AT]







