Tsiamalili menambahkan dalam pernyataan terpisah pada Minggu (5/1) bahwa “kebiadaban seperti itu tidak merepresentasikan siapa kita sebagai rakyat maupun sebagai bangsa.”
“Tindakan barbar sekelompok pemuda ini tak hanya mengguncang nurani kita bersama, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi nilai-nilai sosial yang menyatukan kita sebagai bangsa,” katanya.
“Perbuatan tidak manusiawi seperti ini sama sekali tidak bisa ditoleransi dan menjadi tantangan besar bagi kemanusiaan kita bersama.”
Polisi menelusuri asal foto-foto tersebut hingga Distrik Goilala di wilayah pedalaman Papua Nugini yang masih dipenuhi hutan lebat.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi “sekitar sebulan lalu” di Desa Saki, jelas Tsiamalili, namun videonya baru-baru ini menyebar luas di dunia maya.
Selama ini, citra Papua Nugini kerap tercoreng oleh stereotip kuno yang menggambarkan penduduknya sebagai biadab.








