Nyoto, Pelaksana Harian Kepala Desa Kebaron, menegaskan bahwa Megengan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana mempererat kerukunan. “Megengan adalah jembatan spiritual untuk menghormati leluhur sekaligus memperkuat persaudaraan antarwarga sebelum memasuki bulan puasa,” ujarnya.
Senada, Ketua BPD Desa Kebaron H. Prawito menilai tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan kuatnya nilai gotong royong. “Kehadiran seluruh lapisan warga, mulai dari perangkat desa hingga tokoh pemuda dan agama, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan di Desa Kebaron masih sangat kental,” katanya.








