Dalam proses konfirmasi melalui panggilan WhatsApp, camat memberikan tanggapan yang tidak sesuai dengan pertanyaan dari pihak media. Pernyataan camat dianggap menyinggung perasaan LSM Harimau, sehingga memicu ketegangan di antara kedua belah pihak.
“Ya, tadi saya didatangi oleh LSM Harimau, dan saya merasa bersalah. Oleh karena itu, saya meminta maaf kepada pihak LSM Harimau, khususnya kepada Mas Edi Suprayogi,” ujar Camat Ampelgading.
Ketua LSM Harimau, Edi Suprayogi, menegaskan bahwa sebagai pejabat publik, camat seharusnya memberikan jawaban yang lebih bijaksana dan transparan.
“Kami ini bekerja tulus sebagai kontrol sosial. Maka seyogyanya, pihak camat dan desa memberikan jawaban yang jelas apabila tidak merasa bersalah,” tegasnya.








