Berbagai penampilan turut memeriahkan acara, mulai dari ikrar santri, atraksi pencak silat, hingga pertunjukan seni dari MTsN 1 dan MTsN 3 Tuban. Lagu “Syubbanul Wathan” yang dikumandangkan di penghujung upacara menambah suasana haru dan menggugah semangat kebangsaan.
Dalam amanatnya, Bupati yang akrab disapa Mas Lindra menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat identitas dan kontribusi santri dalam pembangunan bangsa.
“Santri harus mampu menjadi penjaga moral sekaligus pelaku peradaban. Menguasai kitab kuning dan teknologi, fasih berbahasa Arab dan bahasa dunia. Tradisi harus dirawat, tapi inovasi juga harus dipeluk,” tegasnya.
Mas Lindra juga mengajak para santri untuk meneladani semangat Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, sebagai tonggak perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan global tanpa meninggalkan akar tradisi.








