Upaya lain yang dilakukan termasuk pendataan dan verifikasi Anak Tidak Sekolah (ATS), yang dilakukan sinergi dengan pemerintah desa dan satuan pendidikan. Program intervensi meliputi bantuan pendidikan, beasiswa, penyediaan pendidikan nonformal, dan fasilitas transportasi sekolah gratis.
Selain itu, kegiatan seremonial seperti wisuda diimbau untuk dilakukan secara sederhana, sementara kebutuhan seperti seragam dan buku pelajaran tetap menjadi keputusan orang tua. Pemanfaatan dana BOS juga dioptimalkan untuk mendukung fasilitas belajar siswa.








