Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta ratusan aktivis buruh. Ketua PCNU Lamongan, KH Syahrul Munir, dalam orasi budayanya menekankan pentingnya keadilan sosial sebagai fondasi kesejahteraan. Ia menyoroti penetapan Marsinah dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional sebagai momentum kebangkitan kaum pekerja.
“Sejahtera tanpa keadilan hanyalah kepalsuan. Gus Dur mengajarkan bahwa membela buruh sama halnya dengan membela martabat bangsa,” tegas KH Syahrul Munir.
Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, turut memberikan apresiasi kepada para buruh, petani, dan nelayan yang disebutnya sebagai “Pahlawan Ekonomi” daerah. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Lamongan 2025 mencapai 5,4% berkat kontribusi nyata para pekerja.








