Lembaga penegak hukum Filipina, termasuk Dewan Anti Pencucian Uang (Anti-Money Laundering Council/AMLC), bulan lalu bersama-sama mengajukan beberapa tuduhan pencucian uang terhadap Guo dan 35 orang lainnya ke Departemen Kehakiman.
Mereka menuduh Guo dan rekan-rekan konspiratornya melakukan pencucian uang hasil kejahatan senilai lebih dari 100 juta peso atau sekitar lebih dari 27 miliar rupiah.
Guo dicopot dari jabatannya sebagai Wali Kota Bamban di Provinsi Tarlac dan kabur dari negara itu pada Juli. Badan anti-tindak kejahatan mengatakan Guo pergi ke Malaysia dan Singapura dengan menggunakan paspor Filipina, sebelum pergi ke Indonesia pada Agustus.
Senat meluncurkan penyelidikan pada Mei setelah penggerebekan sebuah kasino di Bamban pada Maret mengungkap apa yang dikatakan pejabat penegak hukum sebagai penipuan yang dilakukan dari fasilitas yang dibangun di atas sebagian tanah yang dimiliki oleh Guo. [Red]#VOA








