Kondisi ini memicu kritik dari publik dan pegiat sosial. Minimnya peran negara di lapangan, “Kalau ini program prioritas nasional, maka negara seharusnya hadir penuh. Bukan hanya menyerahkan ke mitra,” ujar seorang pemerhati pendidikan lokal.
Menurut koordinator sosial dari sebuah LSM pendidikan, pemerintah pusat dalam Hal ini BGN harus segera turun ke lapangan. “Ini soal tanggung jawab moral terhadap anak-anak bangsa. Jangan sampai program ini hanya jadi pajangan di atas kertas,” tegasnya.








