“Sidoarjo ini kota penyangga Surabaya, tapi kalau warganya masih banyak yang seperti ini, kita sebagai pimpinan daerah merasa malu. Makanya kami terus keliling melakukan bedah rumah,” ujarnya.
Langgeng Sudiyono tidak henti-henti mengucap kata syukur. Seolah tidak percaya bisa bertemu dan dibantu langsung oleh orang nomor satu di Sidoarjo itu.
“Alhamdulillah, matur sembah nuwun, semoga Pak Bandi diberikan kesehatan dan kelancaran dalam memimpin Sidoarjo,” dua kata itu yang terus Langgeng ucapkan.
Kepala Desa Terungwetan, Ibu Tarlin mengatakan bahwa Langgeng Sudiyono tinggal seorang diri setelah berpisah dengan istrinya, sekitar 4 tahun lalu. Dia juga memiliki seorang anak, dan ikut bersama ibunya pulang ke Sukodono.








