Lamongan Borong Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Mandiri 2024

  • Whatsapp

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Sekolah SMPN 4 Lamongan, Hari, mengatakan bahwa enam aspek PRLH yang diterapkan di sekolahnya meliputi kebersihan, pengelolaan sampah, pemeliharaan pohon dan tanaman, konversi air (memanfaatkan limbah air wudhu untuk menyiram tanaman), konversi energi, serta inovasi PRLH (pembuatan pupuk kompos dari sampah organik). “Kita libatkan siswa, guru, dan lainnya untuk pengelolaan sampah, ada biopori juga. Tanaman unggulan kita blimbing wuluh ada sekitar 50 pohon yang dijadikan manisan dan sayur, kita memanfaatkan tanaman lidah buaya untuk dijadikan dawet. Kami ingin menciptakan sekolah yang bersih dan asri, agar anak-anak ini nyaman dan betah di sekolah sehingga proses belajarnya efektif,” kata Hari.

Hari juga menjelaskan bahwa SMPN 4 Lamongan telah menerapkan sekolah imbas di SMPN Sukorame dan SMPN 4 Babat. Pengimplementasian kurikulum merdeka ini menjadi nilai tambah tersendiri. Sebab, program merdeka belajar tersebut mampu menggerakkan guru lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta memberdayakan peserta didik.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Andhy juga menekankan agar sekolah-sekolah penerima penghargaan tetap konsisten menjalankan program peduli lingkungan di sekolah masing-masing, karena penghargaan ini merupakan awal dari implementasi yang maksimal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *