Yang menarik, lomba ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari Lamongan, namun juga menarik perhatian peserta dari luar daerah, termasuk dari kalangan difabel. Salah satu peserta, Fitria Feranika, menyuarakan pentingnya pemberian hak yang setara bagi penyandang disabilitas. “Kesetaraan penting agar mereka memiliki kemandirian seperti manusia pada umumnya. Ajang kreatif seperti ini bisa menjadi langkah besar dalam mengembangkan bakat mereka di dunia seni,” ujar Fitri.
Pendamping difabel, Kak Yuli, juga menyatakan dukungannya terhadap aspirasi ini. Ia berharap ajang serupa dapat terus dilakukan untuk memberikan ruang bagi penyandang disabilitas, sehingga bakat mereka semakin terarah dan berkembang.







