KPU Kediri Gelar Debat Publik Terakhir: Adu Gagasan Dua Paslon Bupati

  • Whatsapp

“Dan hari ini Kediri masih mengalami surplus, Alhamdulillah,” ungkapnya.

Di sisi lain, pasangan petahana ini telah membentuk Dewan Kesenian dan Kebudayaan, serta mematenkan kekayaan intelektual nasi tiwul, kesenian tiban, wayang krucil, dan lainnya. Di bagian akhir pembacaan visi dan misinya, pasangan petahana ini mengatakan bahwa mereka akan mewujudkan mimpi masyarakat Kabupaten Kediri, di mana setiap keluarga bisa tinggal dengan aman dan nyaman, serta setiap anak dapat meraih cita-citanya sehingga setiap warga bangga menjadi bagian dari Kabupaten Kediri.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hal yang menarik dalam debat ini adalah kedua pasangan calon saling menyerang dan mengadu gagasan program unggulan mereka masing-masing. Memang tampak Mas Dhito sangat menguasai materi, namun Mbak Dewi pada saat debat jarang atau bahkan tidak sama sekali membantu menjawab. Hanya pada saat pertanyaan yang ditujukan kepada calon wakil bupati, Mbak Dewi bersuara. Berbeda dengan Paslon Nomor Urut 1, mereka bergantian menjawab dan saling mengisi argumentasi.

Redaksi Kabar Destara 3Dalam penutupan debat, Paslon Nomor Urut 1, Deny Widyanarko – Mudawamah, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Paslon Nomor Urut 2 serta para pendukungnya yang telah membersamai dalam pesta demokrasi. “Kita semua masih satu keluarga di Kabupaten Kediri, bersatu selamanya untuk Kabupaten Kediri lebih baik,” ungkap Deny Widyanarko.

Sedangkan Hanindhito Himawan Pramana – Dewi Mariya Ulfa, Paslon Nomor Urut 2, menyampaikan bahwa Paslon Nomor Urut 1 bukan lawan, melainkan kawan politik. “Lawan politik adalah diri kita sendiri,” kata Hanindhito Himawan Pramana. “Apabila ada program yang kurang maksimal, kita perbaiki, kita evaluasi. Yang terpenting hari ini Kabupaten Kediri berhasil menggelar dua debat tanpa terjadi persoalan apapun,” ujar Mas Dhito.

Mas Dhito tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KPU, TNI, Polri, Kejaksaan, dan semuanya termasuk keluarga-keluarga saya dan pendukung-pendukung saya, yang sudah saya anggap sebagai keluarga.

“Alhamdulillah malam ini kita berhasil melaksanakan debat publik yang terakhir untuk pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2024. Semua berjalan sesuai skenario kita, bahwa enam segmen yang kita laksanakan berjalan, masing-masing pasangan calon mampu memaparkan visi misi program kerjanya. Mungkin juga pasti ada catatan-catatan yang memang menjadi koreksi kita, tapi secara keseluruhan semua bisa berjalan lancar dan kami merasa puas,” ujar Nanang Qosim, Ketua KPU Kabupaten Kediri, usai debat berakhir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *