Muthowif, S.H., S.Pd.I., M.H – Dosen dan pengacara dari AH and Partners
Dr. Akhirul Aminulloh, S.Sos., M.Si – Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang
Debat terakhir ini mengusung tema “Menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten dan provinsi dengan nasional, dan memperkokoh NKRI dan kebangsaan”. Acara ini dipenuhi antusiasme dari para pendukung, peserta, dan masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh visi dan misi kedua pasangan calon.
Debat dimulai dengan giliran pertama Paslon Nomor 1, Deny Widyanarko-Mudawamah, yang menyampaikan visi dan misinya. Di antaranya, untuk pembangunan infrastruktur di desa, Paslon No. 1 akan menggelontorkan dana bantuan sebesar 300 – 500 juta tiap dusun per tahun dengan harapan wilayah dusun dapat berkembang dan mandiri. Program ini akan menjadi prioritas ketika pasangan ini terpilih nanti.
Selanjutnya, dalam mewujudkan ketahanan pangan, Paslon Nomor 1 ini akan melakukan diversifikasi pertanian sehingga dapat mewujudkan ketahanan pangan. Semua itu akan berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan budaya sehingga terwujud masyarakat Kediri yang unggul, sehat, produktif, dan sejahtera.
Sementara itu, Paslon Nomor Urut 2, Hanindhito Himawan Pratama dan Dewi Mariya Ulfa (Dhito-Dewi), akan melanjutkan program infrastruktur yang sudah dikerjakan. Pada bidang ketahanan pangan, mereka akan melakukan integrasi pupuk bersubsidi sehingga petani bisa mendapatkan stok pupuknya dalam rangka menyiapkan ketahanan pangan. Paslon dari petahana ini juga akan menyediakan lahan pertanian baru seluas 250 hektar sebagai bentuk komitmen dari pemerintah pusat untuk ketersediaan bahan pokok.







