“Saya diintimidasi secara mental dan psikologis, sempat tidak diberi makan selama tiga hari, hanya diberi minum,” ungkap Yudha.
Setelah hampir dua bulan, Yudha dijual ke perusahaan lain. Hanya sehari berada di perusahaan baru tersebut, ia dijemput oleh pihak kepolisian Kamboja setelah menerima telepon dari nomor tak dikenal yang memintanya untuk mengirimkan lokasi. Berkat intervensi pihak kepolisian Kamboja, Yudha akhirnya diizinkan pulang meski harus tinggal di kantor polisi imigrasi selama lebih dari satu setengah bulan.
“Seseorang menelpon saya, berbicara dalam bahasa Indonesia, dan menanyakan lokasi saya. Tak lama setelah itu, polisi Kamboja menjemput saya,” cerita Yudha.
Yudha juga menjelaskan bahwa video yang viral tersebut dibuat di kantor polisi Kamboja sebagai bentuk permohonan agar bisa segera kembali ke Indonesia. Video tersebut kemudian diunggah ke grup Facebook ILS (Info Lantas Sidoarjo) untuk disebarluaskan, yang akhirnya menarik perhatian banyak pihak termasuk Pemkab Sidoarjo.








