Selain mencatat DER dan CICR yang solid, PLN juga membukukan arus kas operasional positif senilai Rp75,4 triliun dan saldo kas akhir sebesar Rp61,4 triliun—tumbuh 20,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini merupakan buah dari pengendalian anggaran yang ketat melalui berbagai inisiatif seperti Cash War Room (CWR), spend control tower, serta digitalisasi sistem pembayaran dan perencanaan terpusat.
Langkah efisiensi tersebut terbukti mendongkrak kinerja usaha PLN. Perseroan membukukan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah senilai Rp545,4 triliun dengan laba usaha yang melonjak 28,4% menjadi Rp60,6 triliun dan laba bersih mencapai Rp17,7 triliun. Operating margin pun naik ke level 11,1%, menunjukkan tingkat profitabilitas yang semakin solid.








