“Ini adalah upaya akseleratif kami untuk mendorong masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi melalui pendekatan pemberdayaan,” ujar Khofifah di sela kegiatan.
Pemprov Jatim sendiri tahun ini menganggarkan lebih dari Rp180 miliar untuk mendukung program bansos di seluruh wilayah provinsi. Komitmen ini ditujukan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan dan mendorong kesejahteraan yang merata.
Tak hanya itu, para pilar sosial seperti pendamping PKH Plus, ASPD, TKSK, hingga Tagana turut mendapat apresiasi berupa tali asih senilai total Rp909,6 juta, diberikan kepada 240 orang yang menjadi ujung tombak layanan sosial di tingkat lokal.








