Terkait dengan wakil, Khairul belum bisa menyampaikan meski sudah ada beberapa figur yang telah menjalin komunikasi, saat ini Ia masih fokus mengikuti penjaringan parpol.
“Kalau sudah ada koalisi atau sudah ada koalisi yang hampir pasti begitu. Baru kita diskusi. Karena ini kan persoalan mengusung orang, kan hatinya harus nyaman gitu loh ya. Jadi enggak boleh ada paksaan, kalau satu memaksakan jadinya nanti ya perjalanannya enggak terlalu bagus,” pungkasnya.
Ia juga tidak memiliki target koalisi parpol, tetapi minimal memenuhi syarat 6 kursi dan sejauh ini pihaknya terbuka untuk menjalin komunikasi dengan partai lain, baik yang sudah memiliki kursi maupun non kursi legislatif.
Pada Pilkada Tahun 2019 lalu, Khairul juga didukung tiga partai yang memiliki kursi dan tiga partai non kursi legislatif.
“Saya minimal ya paling tidak bisa majulah, syarat 6 itu minimal. Enggak usah banyak-banyak, tapi kalau teman-teman mau bergabung ya dengan senang hati juga bisa. Jangan ada paksaan supaya kerjanya enak, jadi kita koalisi bukan hanya Pilkada tetapikan sama-sama dalam pemerintahan kedepan,” tandasnya.








