“Sebelumnya, ada 18 kabupaten yang menghadapi kesulitan dalam mencukupi anggaran untuk pilkada. Namun, hal ini sudah kami atasi melalui koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri dan dukungan APBN,” jelasnya.
Selain kelancaran proses administrasi dan anggaran, Rifqi menyoroti stabilitas keamanan selama pelaksanaan Pilkada. Ia menilai situasi keamanan yang terjaga menjadi bukti kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi.
“Keamanan selama Pilkada berlangsung sangat baik. Tidak ada gangguan yang berarti, dan ini adalah prestasi bagi kita sebagai bangsa yang mampu melaksanakan pemilu lokal secara serentak dengan tertib,” tambahnya.








