“Hari Santri bukan sekadar peringatan, tetapi panggilan untuk bangkit dan berkontribusi nyata. Santri harus menjadi ladang dakwah dan agen perubahan,” ujar H. Abdillah Nasih di hadapan peserta upacara.
Ia juga menggarisbawahi bahwa santri masa kini harus memiliki kompetensi global, tidak hanya dalam ilmu agama, tetapi juga dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan kerja. “Santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya akan mampu membawa Indonesia ke panggung dunia,” tegasnya.








