“Apa saja upaya kita, andai saja terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, belum lagi saat ini Kabupaten Sidoarjo sedang mengalami bencana banjir. Kondisi seperti ini sangat berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat Sidoarjo. Sehingga, mari kita bergandeng tangan menstabilkan harga dan mencarikan bantuan bagi yang terkena musibah dengan menjalin komunikasi dengan industri-industri yang siap membantu,” katanya.
Fenny juga berharap TPID mampu merefresh kerja sama dengan daerah lain dalam mencukupi kebutuhan pokok, seperti dengan Kabupaten Blitar untuk pasokan telur. Selain itu, ia mengajak masyarakat membeli hasil panen petani dari Sidoarjo sendiri.
“Begitu pun ketika berbelanja kebutuhan bahan pokok, lakukan di Sidoarjo sendiri, karena hal ini bisa meminimalisir gejolak yang ada jika terjadi inflasi,” ungkapnya.
Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo menunjukkan harga eceran tertinggi (HET) kebutuhan pokok masih stabil. Hasil pemantauan perkembangan harga pokok pada Aplikasi Indago (Informasi Data Perdagangan Sidoarjo) per tanggal 27/02 menunjukkan harga Minyak Goreng Rp18.705/liter, Beras Premium Rp15.250/kg, Beras Medium Rp13.062/kg, Gula Rp17.384/kg, Telur ayam ras Rp28.766/kg, Daging ayam ras Rp36.142/kg, dan Daging sapi Rp109.800/kg.








