Pada bulan Juli 2024, Kris awalnya mengalami demam tinggi dan dibawa ke puskesmas. Dia kemudian dirujuk ke rumah sakit di Ngawi dan didiagnosa menderita demam berdarah. Namun, kondisinya tidak membaik dan perutnya terus membesar, menyebabkan keluarganya meminta rujukan ke RSU Muwardi Solo.
Meskipun ada penolakan awal dari rumah sakit di Ngawi, akhirnya Kris dirujuk ke RSU Muwardi Solo dan didiagnosa dengan infeksi usus buntu yang parah, sehingga harus segera dioperasi. Setelah operasi, Kris sempat kritis selama hampir 10 hari sebelum akhirnya kondisinya membaik.








