“Narkoba itu bukan sekadar membuat orang sakit, tapi perlahan menghancurkan masa depan. Sekali terjerat, sulit untuk kembali. Karena itu, pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan,” ujar Iksan penuh penekanan.
Kepala UPT SMA Negeri 8 Takalar, Irwan, S.Pd., M.Pd., turut menegaskan komitmennya bahwa sekolah harus menjadi benteng utama dalam melindungi siswa dari pengaruh narkoba. Ia menekankan peran guru bukan hanya sebagai pendidik akademik, tetapi juga sebagai pembimbing moral yang mengawasi perkembangan siswa baik di dalam maupun di luar sekolah.
Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama antara SMA Negeri 8 Takalar, Polres Takalar melalui Satres Narkoba, Puskesmas Bulukunyi, serta aktivis Pemuda Anti Narkoba. Dari pihak kepolisian, hadir IPDA Nurdiansyah, S.H., KBO Satres Narkoba Polres Takalar, yang mengingatkan bahwa narkoba adalah musuh bersama dan pencegahan harus dimulai dari rumah dan sekolah.








