Sementara, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur
Agustin Paranginangin mewakili Menteri Parekraf mengatakan, Festival Ronthek Pacitan dua tahun masuk kalender KEN tidak lepas dari keunikan konsep, inovasi serta peningkatan kualitas pelaksanaan. Ini bukti bahwa seni ronthek bukan sekedar atraksi kebudayaan namun juga contoh nyata sebuah kolaborasi kegiatan kebudayaan lokal, ekonomi kreatif yang menggerakkan seluruh stakeholder.
“Kegiatan ini kami harapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pacitan melalui bertumbuhnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.







