“Indonesia mumpuni. Mereka sudah menunjukkan kok, mereka sudah mengalahkan Australia, Korea, yang selalu ikut Olimpiade, kita kalahkan sehingga mereka enggak ikut. Artinya kita mumpuni. Bukan berarti kita juara atau apa ya, itu enggak. Tapi untuk berprestasi, kita bisa memberi perlawanan,” jelas Justinus, yang akrab dikenal sebagai Coach Justin itu.
Tantangan Pengembangan Sepak Bola Indonesia
Banyaknya kompetisi yang diikuti timnas Indonesia dalam kancah internasional tidak membuat PSSI menarik rem tangan dalam mencari talenta baru, maupun terus mengembangkan talenta yang ada.
Menurut Arya, kendala terbesar dalam mendorong pengembangan sepak bola Indonesia secara umum ada pada minimnya kompetisi di tingkat daerah.
“Tapi sekarang setelah setahun (kepemimpinan) pak Erick ini, regional-regional kan terus di-push ya, seperti pemberian subsidi tahun lalu 300-an juta rupiah, tahun ini mencapai 500 juta rupiah dan itu adalah untuk mendorong Asosiasi Provinsi (Asprov) membuat kompetisi untuk usia muda,” sebut Arya.
Selain dengan mengadakan berbagai kompetisi sepak bola pada tingkat regional, rekrutmen pemain naturalisasi dan inisiasi sejumlah program pelatihan untuk menjaring talenta muda, PSSI disebut Arya juga terus mempersiapkan timnas untuk memberikan yang terbaik dalam kompetisi yang diikuti saat ini.







