Menurut dia, interaksi dengan warga tidak hanya dilakukan saat bekerja bersama masyarakat dewasa, tetapi juga dengan anak-anak yang sering menghampiri prajurit saat berada di lokasi kegiatan.
“Biasanya anak-anak datang karena penasaran melihat kami bekerja. Kami menyambut mereka dengan baik karena ini juga bagian dari membangun kedekatan dengan masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, kedekatan antara Satgas TMMD dengan masyarakat tidak hanya terjalin melalui kegiatan gotong royong bersama warga dewasa, tetapi juga melalui interaksi sederhana dengan anak-anak di lingkungan desa maupun sekolah.
Program TMMD sendiri merupakan kegiatan terpadu yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Melalui program tersebut, selain pembangunan fisik seperti perbaikan fasilitas pendidikan dan infrastruktur desa, juga terbangun hubungan sosial yang lebih erat antara prajurit TNI dan masyarakat.








