Sementara itu, Suhardono menyampaikan bahwa PJDBI terus mengembangkan program diklat yang adaptif, dengan mengintegrasikan nilai keagamaan, kebangsaan, serta kedisiplinan dalam satu rangkaian pembinaan.
“Program yang disusun diarahkan untuk membentuk karakter sekaligus memperkuat pemahaman kebangsaan, sehingga peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” uungkap Suhardono.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara kepolisian dan elemen pesantren, dengan harapan program-program PJDBI dapat berjalan lebih optimal serta memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan generasi muda. [Yud]








